Goliath, adalah nama robot tertua yang dipakai dalam dunia kemiliteran. Goliath sebenarnya adalah ranjau yang dapat berjalan. Robot ini diciptakan oleh Wehrmacht (angkatan bersenjata Jerman) semasa perang dunia kedua. Goliath yang memiliki nama asli SdKfz. 302 Sonderkraftfahrzeug (kendaraan untuk kebutuhan khusus) ini, diproduksi di Bremen pada tahun 1940-an. Kendaraan ini dikendalikan dengan menggunakan remote kontrol. Tugas utama Goliath adalah mengangkut bahan peledak mendekati prajurit musuh. Goliath mampu mengangkut 60 Kg bahan peledak dan mampu menghancurkan tank, gedung atau barikade pertahanan musuh.
Goliath adalah siluman yang menghantui front timur selama perang dunia kedua. Keberadaannya, menginspirasi pemerintah Uni Sovyet untuk menciptakan robot militer kedua pada masa perang dunia kedua. Robot ini disebut sebagai teletank (Tt).
Spoiler for gambar:
Teletank pertama kali dipergunakan dalam perang patriotik melawan tentara Nazi Jerman. sama seperti Goliath, Teletank dikendalikan dengan kontrol radio dari radius 1-1,5 km. Tank ini dilengkapi dengan senapan mesin, penyembur api dan mampu mengangkut bom seberat 200-700 Kg.
Saat ini militer angkatan bersenjata dari beberapa negara di dunia tengah mengembangkan beberapa sistem robot contohnya:
1.BigDog: BigDog adalah robot yang didesain untuk mengangkut peralatan prajurit pada medan-medan pertempuran yang terlalu berat bagi kendaraan konvensional. BigDog memiliki empat buah kaki sebagai pengganti roda. Tinggi anjing logam ini sekitar 70 cm dan memiliki bobot 75 Kg. Walaupun lari anjing ini lambat (hanya sekitar 5.3 km/jam), BigDog mampu mengangkut beban hingga 154 Kg pada jalanan menanjak 35 derajat. Pembuatan BigDog dibiayai oleh Defense Advanced Researched Projects Agency.
2.Dragon Runner: Dragon Runner adalah robot yang dibauat sebagai pengintai untuk mendukung pertempuran di dalam kota. Dragon Runner memiliki beberapa mode yaitu:
a. Drive Mode: Dragon Runner dapat berpatroli sambil mengirimkan gambar dari kamera ke pusat komando.
b. Sentry Mode: Dragon Runner berjaga sambil mendeteksi gerakan dengan menggunakan mikropon dan sensor.
c. Watch Mode: Dragon Runner berjaga sambil mengirimkan gambar yang dipantau ke pusat komando.
3.PackBot EOD (Explosive ordnance disposal): adalah robot yang didesain untuk mendeteksi bahan peledak. PackBot memiliki beberapa jenis sensor seperti kamera, pointer laser dan sensor suara.
4.Foster-Miller TALON: Robot ini adalah robot yang dilengkapi dengan senapan mesin, dan didesain untuk misi pengintaian maupun penyergapan. Foster-Miller TALON dapat dilengkapi dengan beberapa jenis senjata, seperti: M16 rifle, 5.56 mm SAW M249, 7.62 mm M240 machine gun, .50 cal M82 Barrett rifle, dan pelontar granat.
5.Armored Combat Engineer Robot (ACER): adalah robot yang didesain untuk menghancurkan penghalang di jalan, dan menyapu ranjau. Brntuk ACER mirip dengan bulldozer kecil. Robot ini memiliki bobot 2,25 ton (termasuk salah satu robot militer terbesar yang dipergunakan di darat) dan dapat bergerak dengan kecepatan lebih dari 10 km/jam. ACER memiliki body modular, yang dapat dirakit sesuai dengan tugasnya.
| Spoiler for gambar: KERJA sama manusia dengan robot terus berkembang. Selain industri dan hiburan, kolaborasi itu juga dilakukan di bidang militer. Salah satu yang menarik adalah robot bernama Chaos. Robot militer tersebut dibuat untuk membantu kerja para tentara di medan berat. Robot militer memang dirancang guna memudahkan tugas prajurit. Terutama, mengurangi risiko ketika memasuki daerah-daerah berbahaya. Robot Chaos kali pertama diperkenalkan dan digunakan dalam serangkaian operasi Cobra Gold. Operasi itu merupakan kerja sama dari beberapa negara. Yakni, Amerika Serikat, Thailand, Singapura, Indonesia, dan Jepang. Robot militer itu mampu dioperasikan pada medan-medan berat. Antara lain, dataran yang curam atau bahkan pada permukaan tanah yang kurang stabil. Chaos si robot militer memiliki empat trek kemudi independen yang bisa diubah-ubah arahnya hingga 360 derajat. Chaos juga bisa melewati dataran yang tidak rata. Hal itu dimungkinkan karena adanya fitur unik dalam robot tersebut. Yaitu, kemampuan untuk mengubah arah putaran roda, berguling, dan tetap berjalan meskipun dalam keadaan oleng. Chaos juga bisa difungsikan untuk beberapa hal. Yakni, membuat lingkaran penjagaan, mencari korban atau titik persembunyian musuh, mengambil subjek di medan lawan, serta dimanfaatkan sebagai penyuplai logistik. Chaos memiliki kapasitas muatan cukup besar. Ia dapat mengangkut beban hingga 50 pon atau sekitar 25 kilogram. Lengan-lengannya dapat digerakkan hingga jarak jangkau maksimum 72 inci atau sekitar 182,9 cm. Selain itu, tidak seperti robot pada umumnya, Chaos didesain dengan ukuran yang relatif kecil. Bobotnya juga terbilang cukup ringan. Dengan bobot itu, Chaos bisa dengan mudah dipindahkan. Baik menggunakan kendaraan maupun diangkut dua orang. Bentuknya yang simpel memudahkan penyimpanan, perawatan, maupun perbaikan. Chaois dilengkapi Joint Architecture for Unmanned Systems (JAUS) compatible software. Tujuan ditambahkannya perangkat tersebut adalah agar sang robot mudah dimodifikasi. Penambahan berbagai sensor atau alat-alat robotik dapat juga dilakukan dengan mudah. Chaos akan dioperasikan angkatan laut dalam sebuah skenario percobaan. Yaitu, robot mulai dipertimbangkan sebagai mitra menguntungkan. Dua insinyur akan melakukan uji coba pada robot itu. |
Quote:
ini yang pas nurdin top mahSpoiler for gambar:
Robot pengintai tersebut diberi nama Morolipi v1.0, sebuah mobil robot penjinak bom yang dikembangkan oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) di tahun 2004, kemudian dilanjutkan hingga tahun 2008.
Robot Morolipi v1.0 tersebut dirancang dengan spesifikasi :
- Panjang 1 meter dan lebar 1 meter, tinggi 90 cm
- Bobot 80-100 kg.
- Mampu berjalan di permukaan yang datar ataupun menaiki tangga dengan kecepatan 3 meter per detik tanpa menggunakan energi karena menggunakan kopling elektrik.
- Memiliki dua ruas lengan dengan panjang 70cm dan dapat bergerak bebas ke lima arah, berputar 360 derajat, juga menekuk,
- Terdapat gripper sebagai alat penjepit dan pemotong kabel di bagian ujung lengannya,
- Didukung dengan camera, sensor inframerah, pengontrol artikulator dan artikulator yang dapat mengirimkan detail gambar ke komputer,
- Dikendalikan dengan jarak maksimal 6km dengan menggunakan tongkat pengendali atau joystick.
- Memiliki rangkaian elektronik penggerak mulai kontak dengan roda penggerak, lengan, kopling elektronika mekanisme melewati tangga, serta pengontrol supervisor untuk memudahkan pengoperasian,
- Dapat memotong kabel berukuran 2 mm yang mengalirkan arus listrik itu sebelum sampai ke bahan peledak.
- Bahan bakar yang digunakan untuk menggerakkan robot berupa aki listrik,
- Memiliki 4 roda vespa delapan inci, plus sabuk roda untuk membantu menaiki tangga tanpa terpeleset,
- Harga lebih murah 50 persen dibanding robot penjinak bom import yang mencapai harga Rp1 miliar per unitnya.
Setelah Morolipi v1.0, kini LIPI juga sedang mengembangkan versi kedua dari Morolipi, yang akan dimunculkan pada acara HUT LIPI 23 Agustus mendatang. Untuk versi kedua, menurut LIPI akan ditingkatkan kemampuannya untuk membawa senjata api untuk menembak sasaran, sistem pendeteksi bahan peledak, membantu pasukan anti huru-hara untuk mengatasi kerusuhan, dan bahkan melengkapi robot dengan kemampuan membersihkan tangki bahan bakar minyak di pelabuhan

0 komentar:
Posting Komentar